Mencium Bau Surga

Selamat Datang, penuntut ilmu. Penuntut ilmu itu dinaungi oleh sayap malaikat, antara satu malaikat dengan lainya saling berpegangan, hingga mereka sampai ke langit dunia. Hal ini mereka lakukan karena cinta mereka kepada penuntut ilmu." (HR Ahmad)

Kamis, 22 Oktober 2009

Manasik Haji Untuk Anda

Manasik Haji Untuk Anda
Penulis: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.
Syariah, Kajian Utama, 19 - Desember - 2006, 06:07:08


Kita sering dihadapkan pada ragam ibadah yang berbeda satu dengan lainnya. Namun ketika telah mengikrarkan syahadat Muhammadarrasulullah, maka yang semestinya terpatri di benak kita adalah meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segenap aspek dan tata cara ibadah, termasuk berhaji.

Pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjadi dambaan setiap muslim. Predikat ‘Haji Mabrur’ yang tiada balasan baginya kecuali Al-Jannah (surga) tak urung menjadi target utama dari kepergiannya ke Baitullah. Namun, mungkinkah semua yang berhaji ke Baitullah dapat meraihnya? Tentu jawabannya mungkin, bila terpenuhi dua syarat:
1. Di dalam menunaikannya benar-benar ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan karena mencari pamor atau ingin menyandang gelar ‘Pak haji’ atau ‘Bu haji/hajjah’.
2. Ditunaikan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Para pembaca, sebagaimana disebutkan dalam bahasan yang lalu bahwa ibadah haji ada tiga jenis; Tamattu’, Qiran, dan Ifrad. Bagi penduduk Indonesia, haji yang afdhal adalah haji Tamattu’. Hal itu dikarenakan mayoritas mereka tidak ada yang berangkat haji dengan membawa hewan kurban. Walhamdulillah, selama ini mayoritas jamaah haji Indonesia berhaji dengan jenis haji tersebut. Maka dari itu akan sangat tepat bila kajian kali ini lebih difokuskan pada tatacara menunaikan haji Tamattu’.
Saudaraku, jamaah haji Indonesia –menurut kebiasaan– terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama akan berangkat ke kota Madinah terlebih dahulu, dan setelah tinggal beberapa hari di sana, barulah berangkat ke kota suci Makkah. Sehingga untuk jamaah haji kelompok pertama ini, start ibadah hajinya dari kota Madinah dan miqatnya adalah Dzul Hulaifah. Adapun kelompok kedua, mereka akan langsung menuju kota Makkah, dan miqatnya adalah Yalamlam yang jarak tempuhnya sekitar 10 menit sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Sehingga start ibadah hajinya (niat ihramnya) sejak berada di atas pesawat terbang.
Adapun manasik haji Tamattu’ yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut:
1. Bila anda telah berada di miqat, maka mandilah sebagaimana mandi janabat, dan pakailah wewangian pada tubuh anda bila memungkinkan. Mandi tersebut juga berlaku bagi wanita yang haidh dan nifas. Untuk kelompok kedua yang niat ihramnya dimulai ketika di atas pesawat terbang, maka mandinya bisa dilakukan di tempat tinggal terakhirnya menjelang penerbangannya.
2. Kemudian pakailah kain ihram yang terdiri dari dua helai (yang afdhal berwana putih); sehelai disarungkan pada tubuh bagian bawah dan yang sehelai lagi diselempangkan pada tubuh bagian atas. Untuk kelompok kedua yang niat ihramnya dimulai ketika di atas pesawat terbang, maka pakaian ihramnya bisa dikenakan menjelang naik pesawat terbang atau setelah berada di atas pesawat terbang, dengan jeda waktu yang agak lama dengan miqatnya agar ketika melewati miqat dalam kondisi telah mengenakan pakaian ihramnya. Adapun wanita, tidaklah mengenakan pakaian ihram tersebut di atas, akan tetapi mengenakan pakaian yang biasa dikenakannya dengan kriteria menutup aurat dan sesuai dengan batasan-batasan syar’i.
3. Kemudian (ketika berada di miqat) berniatlah ihram untuk melakukan umrah dengan mengatakan:

لَبَّيْكَ عُمْرَةً

“Kusambut panggilan-Mu untuk melakukan umrah.”
Kemudian dilanjutkan dengan ucapan talbiyah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Kusambut panggilan-Mu Ya Allah, kusambut panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kerajaan hanyalah milik-Mu tiada sekutu bagi-Mu.”
Perbanyaklah bacaan talbiyah (umrah) ini dengan suara yang lantang1 sepanjang perjalanan ke Makkah, dan berhentilah dari talbiyah ketika menjelang thawaf. Hindarilah talbiyah secara bersama-sama (berjamaah), karena yang demikian itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum.
Di antara hal-hal yang harus diperhatikan ketika berihram adalah sebagai berikut:
q Menjalankan segala apa yang telah diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti shalat lima waktu dan kewajiban-kewajiban yang lainnya.
q Meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di antaranya; kesyirikan, perkataan kotor, kefasikan, berdebat dengan kebatilan, dan kemaksiatan lainnya.
q Tidak boleh mencabut rambut atau pun kuku, namun tidak mengapa bila rontok atau terkelupas tanpa sengaja.
q Tidak boleh mengenakan wewangian baik pada tubuh ataupun kain ihram. Dan tidak mengapa adanya bekas wewangian yang dikenakan sebelum melafazhkan niat ihram.
q Tidak boleh berburu atau pun membantu orang yang berburu.
q Tidak boleh mencabut tanaman yang ada di tanah suci, tidak boleh meminang wanita, menikah, atau pun menikahkan.
q Tidak boleh menutup kepala dengan sesuatu yang menyentuh (kepala tersebut) dan tidak mengapa untuk memakai payung, berada di bawah pohon, ataupun atap kendaraan.
q Tidak boleh memakai pakaian yang sisi-sisinya melingkupi tubuh (baju, kaos), imamah (sorban), celana, dan lain sebagainya.
q Diperbolehkan untuk memakai sandal, cincin, kacamata, walkman, jam tangan, sabuk, dan tas yang digunakan untuk menyimpan uang, data penting dan yang lainnya.
q Diperbolehkan juga untuk mengganti kain yang dipakai atau mencucinya, sebagaimana pula diperbolehkan membasuh kepala dan anggota tubuh lainnya.
q Tidak boleh (bagi yang sudah berniat haji) melewati miqatnya dalam keadaan tidak mengenakan pakaian ihram.
Apabila larangan-larangan ihram tersebut dilanggar, maka dikenakan dam (denda) dengan menyembelih hewan kurban (seekor kambing/sepertujuh unta/sepertujuh sapi).
4. Bila telah tiba di Makkah (di Masjidil Haram) maka pastikan telah bersuci dari hadats (sebagai syarat thawaf, menurut madzhab yang kami pilih).
5. Lalu selempangkanlah pakaian atas ke bawah ketiak kanan, dengan menjadikan pundak kanan terbuka dan pundak kiri tetap tertutup.
6. Kemudian lakukanlah thawaf sebanyak 7 putaran. Dimulai dari Hajar Aswad dengan memosisikan Ka’bah di sebelah kiri anda, sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar.” Dari Hajar Aswad sampai ke Hajar Aswad lagi, terhitung 1 putaran.
q Disunnahkan berlari-lari kecil (raml) pada putaran ke-1 hingga ke-3 pada thawaf qudum.
q Disunnahkan pula setiap kali mengakhiri putaran (ketika berada di antara 2 rukun: Yamani dan Hajar Aswad) untuk membaca:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan juga kebaikan di akhirat, serta jagalah kami dari adzab api neraka.”
q Disunnahkan pula setiap kali tiba di Hajar Aswad untuk mencium atau memegangnya lalu mencium tangan yang digunakan untuk memegang tersebut, atau pun berisyarat saja dengan tangan (tanpa dicium), sambil mengucapkan: “Allahu Akbar”2 atau “Bismillahi Allahu Akbar”3.
q Disunnahkan pula setiap kali tiba di Rukun Yamani untuk menyentuh/mengusapnya tanpa dicium dan tanpa bertakbir. Dan bila tidak dapat mengusapnya maka tidak disyariatkan mengusapnya.
q Bila terjadi keraguan tentang jumlah putaran Thawaf, maka ambillah hitungan yang paling sedikit.
7. Seusai Thawaf, tutuplah kembali pundak kanan dengan pakaian atas anda, kemudian lakukanlah shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim (tempat berdirinya Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah) walaupun agak jauh darinya. Dan bila kesulitan (tidak memungkinkan) mendapatkan tempat di belakang Maqam Ibrahim maka tidak mengapa shalat di bagian mana saja dari Masjidil Haram. Disunnahkan pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan Al-Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlash.
8. Kemudian minumlah air zam-zam dan siramkan sebagiannya pada kepala.
9. Lalu ciumlah/peganglah Hajar Aswad bila memungkinkan, dan tidak dituntunkan untuk berisyarat kepadanya.4
10. Setelah itu pergilah ke bukit Shafa untuk bersa’i. Setiba di Shafa bacalah:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِاللهِ

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu termasuk dari syi’ar-syi’ar Allah.” (Al-Baqarah: 158)

أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ

“Aku memulai (Sa’i) dengan apa yang dimulai oleh Allah (yakni Shafa dahulu kemudian Marwah, pen.).”
11. Kemudian menghadaplah ke arah Ka’bah (dalam keadaan posisi masih di Shafa), lalu ucapkanlah:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah tiada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya segala kerajaan dan pujian, Dzat yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan serta Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, yang telah menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya dan menghancurkan orang-orang bala tentara kafir tanpa bantuan siapa pun.”
Ini dibaca sebanyak 3 kali. Setiap kali selesai dari salah satunya, disunnahkan untuk berdoa memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala segala apa yang kita inginkan.
12. Setelah itu berangkatlah menuju Marwah, dan ketika lewat di antara dua tanda hijau percepatlah jalan anda lebih dari biasanya. Setiba di Marwah lakukanlah seperti apa yang dilakukan di Shafa (sebagaimana yang terdapat pada point ke-11 di atas). Dengan demikian telah terhitung satu putaran. Lakukanlah yang seperti ini sebanyak 7 kali (dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah).
13. Seusai Sa’i, lakukanlah tahallul dengan mencukur rambut kepala secara merata (bagi pria) dan bagi wanita dengan memotong sepanjang ruas jari dari rambut yang telah disatukan. Dengan bertahallul semacam ini, maka anda telah menunaikan ibadah umrah dan diperbolehkan bagi anda segala sesuatu dari mahzhuratil Ihram (hal-hal yang dilarang ketika berihram).
14. Tanggal 8 Dzul Hijjah (hari Tarwiyah), merupakan babak kedua untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji anda. Maka mandilah dan pakailah wewangian pada tubuh serta kenakan pakaian ihram.
15. Setelah itu berniatlah ihram untuk haji dari tempat tinggal anda di Makkah, seraya mengucapkan:

لَبَّيْكَ حَجًّا

“Kusambut panggilan-Mu untuk melakukan ibadah haji.”
Kemudian lantunkanlah ucapan talbiyah5:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Kusambut panggilan-Mu Ya Allah, kusambut panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kerajaan hanyalah milik-Mu tiada sekutu bagi-Mu.”
Dengan masuknya ke dalam niat ihram haji ini, berarti anda harus menjaga diri dari segala mahzhuratil ihram sebagaimana yang terdapat pada point ke-3.
16. Kemudian berangkatlah menuju Mina untuk mabit (menginap) di sana. Setiba di Mina kerjakanlah shalat-shalat yang 4 rakaat (Dzuhur, Ashar, dan ‘Isya) menjadi 2 rakaat (qashar) dan dikerjakan pada waktunya masing-masing (tanpa dijama’).
17. Ketika matahari telah terbit di hari 9 Dzul Hijjah, berangkatlah menuju Arafah (untuk wukuf). Perbanyaklah talbiyah, dzikir dan istighfar selama perjalanan anda menuju Arafah.
18. Setiba di Arafah (pastikan bahwa anda benar-benar berada di dalam areal Arafah), manfaatkanlah waktu anda dengan memperbanyak doa sambil menghadap kiblat dan mengangkat tangan, serta dzikrullah. Karena saat itu anda sedang berada di tempat yang mulia dan di waktu yang mulia (mustajab) pula. Sebaik-baik bacaan yang dibaca pada hari itu adalah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah tiada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia adalah Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. At-Tirmidzi no. 3585, dari hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. Dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no.1503)
Untuk selebihnya anda bisa membaca tuntunan doa-doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang anda kehendaki. Lakukanlah amalan-amalan mulia di atas hingga matahari terbenam. Adapun shalat Dzuhur dan Ashar di Arafah, maka keduanya dikerjakan di waktu Dzuhur (jama’ taqdim) 2 rakaat - 2 rakaat (qashar), dengan satu adzan dan dua iqamat.
19. Ketika matahari terbenam, berangkatlah menuju Muzdalifah dengan tenang sambil selalu melantunkan talbiyah. Setiba di Muzdalifah, kerjakanlah shalat Maghrib dan ‘Isya di waktu ‘Isya (jama’ ta`khir) dan diqashar (Maghrib 3 rakaat, ‘Isya 2 rakaat), dengan satu adzan dan dua iqamat. Kemudian bermalamlah di sana hingga datang waktu shubuh. Seusai mengerjakan shalat shubuh, perbanyaklah doa dan dzikir sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan, hingga hari nampak mulai terang (sebelum matahari terbit).
20. Kemudian (sebelum matahari terbit), berangkatlah menuju Mina sambil terus bertalbiyah. Bila ada para wanita atau pun orang-orang lemah yang bersama anda, maka diperbolehkan bagi anda untuk mengiringi mereka menuju Mina di pertengahan malam. Namun melempar jumrah tetap dilakukan setelah matahari terbit.
21. Ketika tiba di Mina (tanggal 10 Dzul Hijjah) kerjakanlah hal-hal berikut ini:
q Lemparlah jumrah Aqabah dengan 7 batu kerikil (sebesar kotoran kambing) dengan bertakbir pada tiap kali lemparan. Pastikan setiap lemparan yang anda lakukan mengenai sasarannya.
q Sembelihlah Hadyu (hewan kurban), makanlah sebagian dagingnya serta shadaqahkanlah kepada orang-orang fakir yang ada di sana. Boleh juga penyembelihan ini diwakilkan kepada petugas resmi dari pemerintah Saudi Arabia yang ada di Makkah dan sekitarnya. Bila tidak mampu membeli atau menyembelih hewan kurban, maka wajib puasa tiga hari di hari-hari haji (boleh dilakukan di hari-hari Tasyriq, namun yang lebih utama dilakukan sebelum tanggal 9 Dzul Hijjah/hari Arafah6) dan tujuh hari setelah pulang ke kampung halaman.
q Potong atau cukurlah seluruh rambut kepala anda secara merata, dan mencukur habis lebih utama. Adapun wanita cukup memotong sepanjang ruas jari dari rambut kepalanya yang telah disatukan.
Demikianlah urutan paling utama dari sekian amalan yang dilakukan di Mina pada tanggal 10 Dzul Hijjah tersebut, namun tidak mengapa bila didahulukan yang satu atas yang lainnya.
22. Bila anda telah melempar jumrah Aqabah dan menggundul (atau mencukur rambut), maka berarti anda telah bertahallul awal. Sehingga diperbolehkan bagi anda untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang ketika berihram, kecuali satu perkara yaitu menggauli isteri.
23. Pakailah wewangian, kemudian pergilah ke Makkah untuk melakukan thawaf ifadhah/thawaf haji (tanpa lari-lari kecil pada putaran ke-1 hingga ke-3), berikut Sa’i-nya. Dengan selesainya amalan ini, berarti anda telah bertahallul tsani dan diperbolehkan kembali bagi anda seluruh mahzhuratil ihram.
Catatan Penting: Thawaf ifadhah boleh diakhirkan, dan sekaligus dijadikan sebagai thawaf wada’ (thawaf perpisahan) yang dilakukan ketika hendak meninggalkan kota suci Makkah.
24. Setelah melakukan thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzul Hijjah tersebut, kembalilah ke Mina untuk mabit (bermalam) di sana selama tanggal 11, 12, dan 13 Dzul Hijjah (hari-hari tasyriq). Tidak mengapa bagi anda untuk bermalam 2 malam saja (tanggal 11 dan 12-nya/nafar awal).
25. Selama 2 atau 3 hari dari keberadaan anda di Mina tersebut, lakukanlah pelemparan pada 3 jumrah yang ada; Sughra, Wustha, dan Aqabah (Kubra). Pelemparan jumrah pada hari-hari itu dimulai setelah tergelincirnya matahari (setelah masuk waktu Dzuhur), hingga waktu malam.
Caranya: Sediakan 21 butir batu kerikil (sebesar kotoran kambing). Kemudian pergilah ke jumrah Sughra dan lemparkanlah ke arahnya 7 butir batu kerikil (satu demi satu) dengan bertakbir pada setiap kali pelemparan. Pastikan lemparan tersebut masuk ke dalam sasaran. Bila ternyata tidak masuk, maka ulangilah lemparan tersebut walaupun dengan batu yang didapati di sekitar anda. Setelah selesai, majulah sedikit ke arah kanan, lalu berdirilah menghadap kiblat dan angkatlah kedua tangan anda untuk memohon (berdoa) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala segala apa yang diinginkan. Lalu pergilah menuju jumrah Wustha. Setiba di jumrah Wustha, lakukanlah seperti apa yang anda lakukan di jumrah Sughra. Setelah selesai, majulah sedikit ke arah kiri, berdirilah menghadap kiblat, dan angkatlah kedua tangan anda untuk memohon (berdoa) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala segala apa yang diinginkan. Lalu pergilah menuju jumrah Aqabah. Setiba di jumrah Aqabah, lakukanlah seperti apa yang anda lakukan di jumrah Sughra dan Wustha. Setelah itu, tinggalkanlah jumrah Aqabah tanpa melakukan doa padanya.
26. Bila anda ingin mabit 2 malam saja di Mina (tanggal 11 dan 12 Dzul Hijjah), maka keluarlah dari Mina sebelum terbenamnya matahari tanggal 12 Dzul Hijjah, tentunya setelah melempar 3 jumrah yang ada. Namun jika matahari telah terbenam dan anda masih berada di Mina, maka wajib untuk bermalam lagi dan melempar 3 jumrah di hari ke-13-nya (yang afdhal adalah mabit 3 malam di Mina/nafar tsani). Diperbolehkan bagi orang yang sakit atau pun lemah yang benar-benar tidak mampu melakukan pelemparan untuk mewakilkan pelemparannya kepada yang dapat mewakilinya. Sebagaimana diperbolehkan pula bagi orang yang mewakili, melakukan pelemparan untuk dirinya kemudian untuk orang yang diwakilinya diwaktu dan tempat yang sama (dengan batu yang berbeda).
27. Dengan selesainya anda dari kegiatan melempar 3 jumrah pada hari-hari tersebut (baik mengambil nafar awwal atau pun nafar tsani), berarti telah selesai pula dari kewajiban mabit di Mina. Sehingga diperbolehkan bagi anda untuk meninggalkan kota Mina dan kembali ke hotel atau maktab masing-masing yang ada di kota Makkah.
28. Bila anda hendak meninggalkan kota Makkah (baik yang akan melanjutkan perjalanan ke kota Madinah atau pun yang akan melanjutkan perjalanan ke tanah air), maka lakukanlah thawaf wada’ dengan pakaian biasa saja/bukan pakaian ihram dan tanpa Sa’i, kecuali bagi anda yang menjadikan thawaf ifadhah sebagai thawaf wada’nya maka harus bersa’i.
Demikianlah bimbingan manasik haji Tamattu’ yang kami ketahui berdasarkan dalil-dalilnya yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keterangan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Semoga taufiq dan hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu mengiringi kita semua, sehingga diberi kemudahan untuk meraih predikat haji mabrur, yang tiada balasan baginya kecuali Al-Jannah.
Amin Ya Mujibas Sa`ilin.

Sumber Bacaan:
1. At-Tahqiq wal-Idhah Lilkatsir Min Masa`ilil Hajji wal Umrah waz Ziyarah, Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz.
2. Hajjatun Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam Kama Rawaha ‘Anhu Jabir radhiyallahu ‘anhu, karya Asy-Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani.
3. Manasikul Hajji Wal ‘Umrah, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.
4. Al-Manhaj limuridil ‘Umrah wal Hajj, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.
5. Shifat Hajjatin Nabi, karya Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu.
6. Dalilul Haajji wal Mu’tamir wa Zaa‘iri Masjidir Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, karya Majmu’ah minal ‘Ulama, terbitan Departemen Agama Saudi Arabia.

1 Para ulama sepakat bahwasanya kaum wanita tidak diperbolehkan (makruh) mengeraskan talbiyahnya, sebagaimana yang dinukilkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi. Lihat Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hal. 51, catatan kaki no. 10.
2 Ini merupakan pendapat Asy-Syaikh Al-Albani. Lihat Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hal.57, catatan kaki no. 23.
3 Ini merupakan pendapat Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Lihat At-Tahqiq wal-Idhah hal. 39.
4 Sebagaimana penjelasan Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Utsaimin dalam Manasikul Hajji wal ‘Umrah.
5 Perbanyaklah bacaan talbiyah ini selama perjalanan haji anda, hingga akan melempar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzul Hijjah (hari Idul Adha)
6 Berdasarkan riwayat Al-Bukhari, dari ‘Aisyah dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhum bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membolehkan bershaum di hari Tasyriq kecuali bagi seseorang yang berhaji (Tamattu’/Qiran, pen.) dan tidak mampu menyembelih hewan kurban. (Lihat Irwa`ul Ghalil, juz 4 hal. 132, dan keterangan Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Manasik Al-Hajji wal ‘Umrah)

Rabu, 02 September 2009

Khasiat Dalam Madu

Dalam madu terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Petunjuk ilmiah ini sebenarnya telah 15 abad yang lalu Allah SWT kisahkan dalam Al-Quran, surat An Nahl ayat 68-69.

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah; “ buatlah sarang-sarang di bukit-bukit dan ditempat-tempat yang dibuat manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda bagi orang yang memikirkan”

Madu mengandung glukosa (dekstrosa) dan fruktosa (levulosa) dalam jumlah yang tinggi. Menurut Winarno (1982), kadar dekstrosa dan levulosa yang tinggi mudah diserap oleh usus bersama zat-zat organic lain, sehingga dapat bertindak sebagai stimulant bagi pencernaan dan memperbaiki nafsu makan. Selain itu, madu juga memiliki sifat antimkiroba. Berdasarkan hasil peneliti Komara (2002), madu memiliki aktivitas senyawa antibakteri terutama pada baktero Gram (+), yakni bakteri S, Aureus, B. cereus

Sejak dahulu madu sudah banyak diginakan oleh para ahli kedokteran untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Penyakit-penyakit yang berhasil disembuhkan antara lain : luka (pasca pembedahan, dibuktikan oleh ahli bedah Rusia Y. Krintsky), Penyakit saluran pernapasan bagian atas, flu, penyakit paru (TBC pulmonary), penyakit jantung (Avicena” bapak kedokteran” berpendapat bahwa madu adalah obat penyakit jantung yang manjur), penyakit perut dan usus, penyakit hati, penyakit syaraf dan penyakit kulit. Menutu Winarno (1982), berabad-abad lamanya madu telah digunakan untuk pengobatan penyakit jantung. Otot jantung bekerja tanpa istirahat Karen aitu memerlukan desktrosa sebagai sumber energi untuk menggantikan energi yang hilang .


Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek koligemik yakni asetilkolin. Asetilkolin berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurango tekanan darah. Gula yang terdapat dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi secara cepat bila dibandingkan dengan gula biasa.

Disamping kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %) madu juga mengandung komponen lain seperti tepung sari dan berbagai enzim pencernaan. Disamping itu madu juga mengandung berbagai vitamin
seperti vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine bahkan radium. Selain itu madu juga mengandung antibiotik dan berbagai asam organic seperti asam malat, tartarat, sitrat, laklat, dan oksalat. Karena itu madu sangat tinggi sekali khasiatnya.

Hypocrates, ahli ilmu fisika membiasakan membiasakan diri makan madu secara teratur yang menyebabkan dia dapat mencapai usia 107 tahun, demikian juga halnya Aris Totoles, bapak dari “Natural Science” beranggapan bahwa madu memiliki sifat yang unik yang dapat meningkatkan kesehatan manusia dan memperpanjang usia, dalam arti dalam usia tua masih mempunyai stamina yang kuat dan gangguan penyakit sangat jarang dijumpai. Demikian juga Ibn sina (Avicenna), ilmuwan yang tersohor itu menganjurkan kita mengkonsumsi madu, karena dapat menjaga kekuatan sehingga masih mampu bekerja pada usia tua (senja). Dia juga menganjurkan agar manusia yang telah berusia 45 tahun sebaiknya mengkonsumsi madu secara teratur.

Madu mempunyai potensi sebagai basa karena itu ia dapat berfungsi sebagai desinfeksi terhadap rongga mulut. Nenek moyang kita sering menganjurkan penggunaan 10-15 persen larutan madu dalam air untuk kumur-kumur bagi orang yang selaput mulutnya sedang radang.

Pemberian madu pada anak-anak dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Sebagai perbandingan, anak yang tidak diberi madu kandungan hemoglobinnya hanya naik sampai 4 persen selama 40 hari. Sedangkan yang mengkonsumsi madu disamping makan normal, kandungan hemoglobinnya naik 23 persen pada waktu yang sama.

Madu sangat baik sekali bagi bayi terutama madu randu (kapuk), apabila dicampur dengan susu. Hal ini karena madu mengandung cukup banyak besi sedang susu ibu atau susu sapi mengandung sedikit saja. Madu dengan kadar gula dan levulosa yang tinggi sangat mudah diserap oleh usus bersama dengan zat-zat organic lain, dengan demikian dapat bertindak sebagai stimulan bagi pencernaan dan memperbaiki nafsu makan.

Peranan madu bagi pertumbuhan anak kecil sangat penting karena di dalam madu terdapat asam folat, yaitu suatu asam yang banyak pengaruhnya terhadap mahluk yang sedang tumbuh, karena dapat memperbaiki susunan darah , jumlah erytrosit meningkat, demikian juga kandungan hemoglobin.

Semakin tinggi tingkat teknologi suatu negara, semakin tinggi kesadaran akan arti madu dalam menu masyarakat sehari-hari. Mereka semakin mendambakan lebih banyak mengkonsumsi “natural foods”. Madu buan saja termasuk kategori “natural foods”, tetapi juga dalam “natural health foods”.

Dari berbagai negara yang paling gemar mengkonsumsi madu adalah masyarakat Jerman Barat dan Swiss. Dua negara tersebut negara paling rewel terhadap persyaratan keamanan makanan bagi rakyatnya. Mereka rata-rata mengkonsumsi madu 800 gram 1,4 kg/orang/tahun. Amerika Serikat dan Inggris termasuk lebih rendah konsumsi madunya, yaitu berturut-turut rata-rata 400 – 500 gram dan 250 – 350 gram/orang/tahun.

Berbagai jenis enzim terdapat dalam madu, diantaranya adalah diastase, invertase, katalase, peroksidase dan lipase. Madu adalah jenis makanan alami yang paling tinggi kadar enzimnya. Enzim-enzim katalase berperan memecahkan peroksida, suatu ransum limbah metabolisme (radikal bebas) yang mempercepat proses ketuaan.


Berbeda dengan gula biasa yang terdapat dalam permen atau gula yang dapat merusak gigi (carries) yang diakibatkan oleh tumbuhnya bakteri pembusuk yang disebut bakteri asam laktat, madu mengandung antibiotika. Meskipun pH-nya rendah, tetapi karena kandungan mineralnya tinggi mempunyai potensi bersifat basa, dan karenanya dapat berfungsi sebagai desinfeksi terhadap rongga mulut. Nenek moyang kita sering menganjurkan berkumur madu encer (± 15%) untuk menyembuhkan radang rongga mulut.

Dari hasil berbagai penelitian menyatakan bahwa daya antibakteri madu tidak ada sangkut pautnya dengan kadar gula tinggi maupun rendahnya kadar air, tetapi oleh adanya suatu senyawa sejenis lysozyme yang memiliki daya antibakteri. Senyawa tersebut lebih popular dengan nama ‘inhibine’. Bakteri gram negatif lebih peka terhadap ‘inhibine’ daripada gram positif. Inhibine sangat peka terhadap panas. Pada suhu 600C keaktifan inhibine dalam madu hilang hanya dalam waktu 15 menit.

Khasiat Habbatussauda’ ( Jintan hitam/Black seed/Niggela Sativa)

Khasiat Habbatussauda’ ( Jinten hitam/Black seed/Niggela Sativa)

Seiring dengan perkembangan teknologi, tanpa disadari perkembangan terapi modern tidak mutlak mampu meyembuhkan beberapa penyakit, bahkan obat-obatan yang sekarang beredar sebagian ada yang menyimpan efek samping yang membahayakan tubuh manusia.

Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda : ‘ Gunakanlah Al Habbatussauda’, karena didalamnya terdapat obat utk segala macam penyakit kecuali as Sam (maut) (Shahih Bukhori dan Muslim).

Mengkonsumsi Habbaatussauda’ sebagai obat yang dianjurkan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam tidak begitu dikenal oleh muslimin di Indonesia, Padahal di berbagai negara (Eropa, Amerika dan sejumlah negara Asia) Obat ini mengalami kepoluleran yang sangat nyata dengan dilakukan beberap riset ilmiyah untuk mengungkap kebenaran hadits tersebut. ( diantaranya oleh Profesor El Dakhany dari Microbiologi Research Center, Arabia, Dr Michael Tierra L.A.C.O MD, Pharmachology Research Department Laboratory, Departement Pharmachy King College London dll).

Diantara manfaat habbatussauda’ :
Menguatkan sistem kekebalan
Jinten Hitam (Habbatussauda) dapat meningkatkan jumlah se-sel T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Evektifitasnya hingga 72 % jika dibandingkan dengan plasebo hanya 7 %. Dengan demikian mengkonsumsikan Habbatussauda’ dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pada tahun 1993, Dr Basil Ali dan koleganya dari Collge of Medicine di Universitas King Faisal, mempublikasikan dalam jurnal Pharmasetik Saudi. Keampuhan extract Habbatussauda diakui Profesor G Reimuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator. Dengan demikian Habbatussauda dapat dijadikan untuk penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti kanker dan AIDS.

Meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan Kewaspadaan
Dengan kandungan asam linoleat (omega 6 dan asam linoleat (Omega 3), Habbatusssauda merupakan nutrisi bagi sel otak berguna untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredarandarah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia.

Meningkatkan Bioaktifitas Hormon
Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin, yang masuk dalam peredaran darah. Salah satu kandungan habbatussauda adalah sterol yang berfungsi sintesa dan bioaktivitas hormon.

Menetralkan Racun dalam Tubuh
Racun dapat menganggu metabolisma dan menurunkan fungsi organ penting seperti hati, paru-paru dan otak. Gejala ringan seperti keracunan dapat berupa diare, pusing, gangguan pernafasan dan menurunkan daya konsentrasi. Habbatussauda’ mengandung saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun dalam tubuh.

Mengatasi gangguan Tidur dan Stress
Saponin yang terdapat didalam habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, dan dapat menghilangkan stress.

Anti Histamin
Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial. Minyak yang dibuat dan Habbatussauda dapat mengisolasi ditymoquinone, minyak ini sering disebut nigellone yang berasal dari volatile nigella. Pemberian minyak ini berdampak positif terhadap penderita asma bronchial. enelitian yang dilakukan oleh Nirmal Chakravaty MD tahun 1993 membuktikan kristal dari niggelone memberikan efek suppressive. Kristal-kristal ini dapat menghambat protemkinase C, sebuah zat yang memicu pelepasan histamin. enelitian lain membuktikan hal serupa. Kali ini dilakukan Dr Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich. Ia melakukan pengujian terhadap 600vorang yang mederita alergi. Hasilnya cukup meyakinkan 70 % yang mederita alergi terhadap, sebuk, jerawat, dan asma sembuh setelah diberi minyak Nigella (Habbatussauda’). Dalam praktiknya Dr Schleincher memberikan resep habbatussauda’ kepada pasiencyang menderita influenza.

Memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri
Habbatussauda’ mengandung minyak atsiri dan volatif yang telah diketahui manfaatnya untuk memperbaiki pencernaan. Secara tradisional minyak atsiri digunakan untuk obat diare. Tahun 1992, jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang membuktikan minyak volatile lebih ampun membunuh strainbakteri V Colera dan E Coli dibandingkan dengan antibiotik seperti Ampicillin dan Tetracillin.

Melancarkan Air Susu Ibu
Kombinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat dalam minyak habbatussauda dapat melancarkan air susu ibu. Penelitian ini kemudian di publikasikan dalam literature penelitian di Universitas Potchestroom tahun 1989.

Tambahan Nutrisi Pada Ibu Hamil dan Balita
Pada masa pertumbuhan anak membutuhkan nutrisi untuk meningkatkan system kekebalan tubuh secara alami, terutama pada musim hujan anak akan mudah terkena flu dan pilek. Kandungan Omega 3, 6, 9 yang terdapat dalam habbatussauda merupakan nutrisi yang membantu perkembangan jaringan otak balita dan janin.

Anti Tumor
Pada Kongress kanker International di New Delhi , minyak habbatussauda diperkenalkan ilmuwan kangker Immonobiologi Laboratory dai California Selatan, habbatussauda dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan, inferonnya menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibody

Nutrisi bagi manusia
Habbatussauda kaya akan kandungan nutrisi sebagai tambahan energi sangat ideal untuk lansia, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh dan revitalitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda mengandung 15 macam asam amino penyusun isi protein termasuk didalmnya 9 asam amino esensial. Asam amino tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang cukup oleh karena itu dibutuhkan suplemen tambahan, Habbatussauda dapat mencukupinya.

Dari beberapa sumber

Rabu, 17 Desember 2008

Menjaga Kesehatan Mata Cara Rasulullah

Mengunakan celak

Ada hadist dalam Sunan Abu Daud, dari Abdurahman bin An Nu’man bin Ma’bad bin Haudzah Al Anshari, dari ayahnya, dari kakeknya ia mengatakan bahwa Rasululah telah memerintahkan untuk mengunakan Itsmid (antimonium) yang dicampur dengan minyak wangi ketika hendak tidur. Beliau bersabda “Hendaknya orang yang berpuasa menjauhinya”.

Dalam Sunan Ibnu Majah dan lainya di sebutkan hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas. Ia mengatakan “Rasulullah mempunyai celak yang di gunakan 3 kali untuk mata kanan, beliau memulainya darinya (mata kanan) dan mengakhiri dengannya juga. Dan untuk mata kiri dua kali”.

Abu Daud telah meriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda “Barang siapa memakai celak, maka hendaknya dalam hitungan ganjil (witir)”

Apakah bilangan ganjil itu untuk kedua mata tersebut dengan hitungan tiga kali untuk satu dan dua untuk pada yang lainnya, dengan mendahulukan mata kanan dan mengutamakannya, atau hitungan ganjil itu tersebut untuk setiap mata dengan hitungan masing masing tiga kali. Kedua pendapat ini adalah dari Imam Ahmad.

Manfaat Celak bagi mata

Celak bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, memperkuat pandangan orang yang memakainya dan lebih jelas, dan melembutkan materi yang buruk. Beberapa jenis diantaranya dapat dipergunakan untuk memperindah, sangat cocok dipergunakan ketika saat tidur, membuat ketenangan mata setelah tidur akibat gerakan gerakan yang membahayakan, dan membantu kekuatan alamiah dalam tubuh. Itsmid (antimonium) memiliki khasiat tersendiri untuknya.

Dalam Sunan Ibnu Majah di sebutkan hadist marfu’ yang diriwayatkan dari Salim, dari ayahnya, “Hendaknya kalian memakai itsmid (antimonium) karna dapat memperjelas pandangan mata dan menumbuhkan rambut”

Abu Nu’aim menyebutkan dalam Al Hijlah, “Sesungguhnya celak dapat menumbuhkan rambut, menghilangkan kotoran, dan membuat pandangan mata menjadi jernih

Sunan Ibnu Majah juga menyebutkan hadist marfu’ dari Ibnu Abbas, “Celak yang paling baik untuk kalian adalah itsmid(antimonium) yang membuat pandangan mata menjadi jelas dan dapat menumbuhkan rambut”

Dari kitab Zadul Ma’ad , Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Minggu, 09 September 2007

Sepengalan Kisah

Jum’at itu saya sedikit telat ke mesjid karna baru pulang dari luar kota, meski sempat untuk sholat tahyatul masjid. Namun hari itu karna telat itu ditempat yang biasa saya sholat (shaf pertama depan mimbar mesjid) ada yang menempati, seseorang yang sholat duduk, karna tak mampu berdiri. Dan saya tidak begitu memperhatikan siapa yg sholat duduk itu. Saya terus mengikuti sholat jum’at hari itu di bagian shaf kedua.

Setelah selesai sholat jum’at ketika saya selesai sholat rawatib, saya lihat orang yang tadi sholat duduk sudah berpindah hendak sholat rawatib juga. Saya kaget, karna saya serasa mengenal orang yg sholat duduk itu, dan ternyata benar, dia adalah Romi. Sebelumnya saya tidak begitu mengenal Romi dengan baik karna saat tumbuh besar saya berada di Yogyakarta. Siang itu saya tak sempat ngobrol dengan Romi.

Saat Ashar, ketika salam sholat rawatib, dikanan saya sudah ada Romi yang sholat duduk, setelah salam selesai, saya tertunduk, dan tanpa terasa airmata saya menetes, di dua mata saya. Apa yang membuat saya menangis, adalah romi. Kondisi Romi lah yang membuat air mata saya menetes. Romi adalah pemuda berusia 25an, romi tidak mampu berjalan dengan baik, cacat. Kelainan bawaan lahir, Romi kesulitan dalam mengontrol gerak motoriknya, antara keinginan dengan gerakan tubuhnya tidak singkron, contohnya untuk bersalaman tangannya bisa kemana-mana dulu sebelum sampai ketujuan salamnya, atau jika ingin diam, badannya bergerak di luar kendali syarafnya. Untuk berjalan biasa ia butuh ruang hampir 2 meter untuk jalannya, kadang ia berjalan dengan berpengangan dengan apa yang bisa diraihnya, atau berjalan dengan merangkak. Demikian juga dengan kondisi mentalnya, dengan usianya itu Romi mempunyai kondisi mental seperti anak berusia 15an tahun.

Dengan keterbatasannya Romi selalu hadir di mesjid dengan becak yang di kayuhnya sendiri tempat biasa saya sholat (mesjid An-Nuur) keteguhannya itu yang membuat saya meneteskan air mata, betapa tidak, saat imam bertakbir, Romi pun mengukuti gerakan imam dengan susah payah dan berpeluh untuk menyingkronkan gerakannya yang perlahan dan terus berusaha mempertahankan gerakan dengan hatinya, butuh waktu dan tenaga extra untuk melakukannya, dan Romi tetap melakukannya dengan susah payah dan setelah selesai romi masih berusaha menahan gerakan badannya yang terus sempoyongan dalam keadaan duduk yang jika kita melihat dia seperti akan jatuh tersungkur atau kadang dia seperti akan terjengkang ke belakang atau tiba-tiba dia seperti bersandar dikaki makmum di sebelahnya, dan meneruskan bacaan sholatnya yang terdengar lirih hampir tak terdengar kata per kata. Itu terus berlangsung disetiap rakaat sholatnya, begitu juga saat hendak rukuk atau sujud, bahkan untuk melafalkan bacaannya dia sangat sulit mengejanya. Seperti orang yang gagap untuk mengucapkan apa yang ada dihatinya.

Subhanallah, hari ini sholat saya begitu banyak meneteskan airmata, saat sujud saya tak hentinya menangis, saya begitu malu pada diri saya sendiri, Romi dengan keterbatasannya tetap berusaha untuk menyembah rabnya dengan ikhlas dan ketulusan hati, dengan perjuangan yang begitu berat, sujud kepada Allah Swt, sujud yang penuh perjuangan, betapa pilunya hati ini dengan melihat romi dengan kekurangannya tetap berusaha untuk sujud kepada Allah Swt, teringat betapa saya begitu mudahnya dulu meninggalkan sholat dengan anggota tubuh yang sempurna dan akal pikiran yang tidak ada masalah, yaa… saya merasa terhina, sangat hina, dengan kemampuan saya tidak menunaikan kewajiban yang seharusnya tidak sesulit yang dilakukan romi, air mata saya terus meleleh melihat romi, betapa tulusnya dia beribadah. Saat mengetik tulisan ini airmata saya pun menetes mengingat Romi, Subhanallah... Romi dengan kekurangan...

Romi melaksanakan rukun rukun sholatnya dengan sempurna termasuk sunnahnya, melihat dia mengangkat tangannya perlahan ketika bangkit dari tasyahud, melihat Romi menegakkan telapak kakinya dengan susah payah saat duduk, melihat gerak telunjuknya saat syahadatnya, Subhanallah, Romi terus berusaha mengarahkan anggota tubuhnya untuk menyembah Allah Swt, hampir semua jamaah memperhatikan setiap gerakannya, mereka menyaksikan dengan perasaan iba, seakan berharap romi terus berusaha dan meneruskan sholatnya walau berat. Betapa hinanya orang yang malas untuk sholat, lebih terhina lagi dengan kondisi Romi yang bahkan (menurut saya) jika tidak sholatpun seakan sudah termaafkan dengan kondisinya tapi dia tetap melaksanakan kewajibannya dengan sabar dan tabah, sungguh pilu hati ini teringat orang yang begitu mudah melalaikan sholatnya.

Saya pernah melihat sebuah klip video Paralimpic (olimpiade orang cacat sedunia) mereka berusaha dengan keterbatasan dan kekurangannya untuk menjadi juara, dari yang tak punya kaki, punya kaki hanya sebelah, orang yang buntung, buta dan berbagai kekurangan yang lain untuk menjadi juara. Namun ada yang berbeda dalam sudut pandang saya, saya mengagumi peserta Paralimpic, namun dalam kondisi Romi ini berbeda, dalam Paralimpic mereka mengejar prestasi, pembuktian diri, atau hadiah dari buah kerja kerasnya sedangkan Romi berusaha mengejar ridho Allah, melaksanakan kewajiban yang di emban setiap muslim dimanapun. Subhanallah…

Tawa Rasulullah

Abu Dzar Ra meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda,

‘Sungguh, aku mengetahui orang yang pertama yang masuk surga, juga orang terakhir yang keluar dari neraka. Pada hari Kiamat, seorang laki-laki dipanggil untuk menghadap, lalu datanglah perintah (kepada malaikat), ‘Tampakan dosa-dosa kecilnya padanya!’ Sedangkan dosa-dosa besarnya disembunyikan. Dikatakan laki-laki itu, ‘pada hari tu engkau telah melakukan bigini dan begitu. Ia pun mengakui semua itu. Tetapi dia khawatir dengan dosa-dosa besarnya. Setelah itu datang lagi perintah (kepada malaikat), ‘Gantilah setiap perbuatan buruk yang dia lakukan dengan kebaikan!’ Maka orang itu berkata, ‘Sesungguhnya saya melihat dosa yang tidak saya lihat disini.’”
Abu Dzar berkata, “saat itu, saya melihat Rasulullah SAW tertawa hingga gigi geraham beliau tampak.”

(Hadist Riwayat Tirmidzi, Muslim, dan Ahmad)


Abdullah bin Mas’ud Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW, bersabda,

“Sungguh aku mengetahui orang terakhir yang keluar dari neraka. Seorang laki-laki keluar dari neraka dengan merambat hingga dikatakan kepadanya, ‘Keluarlah dari neraka dan masuklah kedalam surga!’ ia pun pergi menuju surga. Tetapi ia melihat para penghuni surga telah menempati rumah-rumah mereka. Maka ia kembali dan mengadu, ‘Wahai Tuhanku, orang-orang (disurga) telah menempati rumah-rumah mereka.’ Ia ditanya, ‘Ingatkah engkau dengan zaman ketika engkau hidup di dunia?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Lalu ia diperintahkan, ‘Bayangkanlah (apa yang engkau inginkan)!’ Maka laki-laki itu membayangkan apa yang diinginkan. Setelah itu dikatakan kepadanya, ‘Sungguh, engkau telah memperoleh segala sesuatu yang baru engkau bayangkan, bahkan sepuluh kali lipat dari yang engkau bayangkan di dunia.’ Mendengar hal itu, lelaki itu berkata, ‘Apakah Engkau menghinaku, padahal Engkaulah Sang Penguasa?’ Sungguh ketika itu Rasulullah tertawa hingga gigi geraham beliau tampak.’”

(Hadist Riwayat Tirmidzi, Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Minggu, 05 Agustus 2007

Hubungan Persaudaraan

Saudaraku,
Dalam hubungan persaudaraan yang digambarkan dalam Qur'an surat Yusuf ayat 100 ini, bahwa setan telah menunggangi hubungan persaudaraan antara nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya. Namun dalam keadaan ini Nabi Yusuf sabar dalam menghadapinya, dan Allah memberitahukan keadaan sebenarnya kepada Nabi Yusuf tentang perbuatan saudara-saudaranya. Atas sebab apa saudara-saudaranya menjerumuskannya ke dalam sumur dan memberikan pengertian kepada orang tuanya tentang penyebab perbuatan saudara-saudaranya. Ini menunjukan keluhuran budi Nabi Yusuf yang tetap berbuat baik kepada saudara-saudaranya atas perbuatan mereka dan memahami bahwa setan lah yang membujuk mereka.

"Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud* kepada Yusuf. dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku Inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. dan Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaKu, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana."

*Sujud disini ialah sujud penghormatan bukan sujud ibadah.


Dalam hubunga persaudaraan yang digambarkan dalam surat Yusuf;100 ini, bahwa setan telah menunggangi hubungan persaudaraan antara nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya.
Hal ini memang telah diatur oleh Allah SWT, bahkan Allah memberikan setan bagi manusia yang yang tak mau berpedoman pada Al Quran, seperti yang di jelaskan pada Qur'an

QS 43; 36-37
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan Sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk."

Begitulah Allah menjadikan setan sebagai kawan bagi orang orang yang berpaling dari Allah, Hendaknya kita harus melaksanakan perintah Allah SWT akan tidak datang setan yang menyesatkan, ini pun sesuai dengan jawaban iblis yang berjanji akan menyesatkan bagi orang yang hendak berjalan dijalan yang lurus.

QS 7;16-17
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."

Begitulah iblis berjanji untuk selalu menghalangi manusia dari jalan yang lurus
Untuk bias lepas dari godaan setan tersebut makan Allah SWT telah Memberikan petunjuk agar selamat darinya yaitu menjadi hamba yang mukhlis/ikhlas,

QS 39;1-2
"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis* di antara mereka". Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya)**"

*Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.
**Maksudnya pemberian taufiq dari Allah s.w.t. untuk mentaati-Nya, sehingga seseorang terlepas dari tipu daya syaitan mengikuti jalan yang Lurus yang dijaga Allah s.w.t. Jadi sesat atau tidaknya seseorang adalah Allah yang menentukan.

Menjadi hamba yang mukhlis/ikhlas inilah yang menjadi benteng dari godaan setan yang terkutuk agar selamat dalam menjalani hidup didunia. Hendaklah tiap-tiap kita memegang teguh untuk menjadi hamba yang mukhlis/ikhlas. Untuk menjadi hamba yang mukhlis/ikhlas ini Allah memberikan petunjuk melalui Qur'an.

QS 39;1-2
"Kitab (Al Quran ini) diturunkan oleh Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."

Begitulah Qur’an diberikan Allah sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia, ikutilah Qur’an. Jadikanlah Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, ibarat mobil pasti ada "manual book" nya, nah disinilah gunanya Al-Qur'an untuk menjadi pedoman hidup yang jelas, dengan menjalankan semua perintah dan larangan yang terkandung didalamnya.
Al-Qur'an merupakan pedoman hidup paling lengkap didunia, tak ada yang dapat menyainginya, semua hal sudah termasuk didalamnya, dari hal yang besar sampai sekecil-kecilnya, hubungan manusia dengan penciptanya, sesama manusia, cara berdagang, berpolitik, sosial, warisan, kelurga, semua telah termasuk didalamnya.
Penjelasan Qur'an yang diterima langsung dari Allah SWT melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Muhammad SAW, dan untuk menjadi pedoman bagi seluruh umat manusia. Bagaimana menjalankannya pun telah di berikan contoh sempurna melalui Rasulullah SAW dengan sunnah-sunnah didalam hadist, untuk diterapkan sehari-hari.

QS 2;170
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".

Qur’an lah yang diikuti, bukan ajaran nenek moyang yang tak jelas dari mana asalnya, bukan adat istiadat, bukan kebiasaan para pendahulu. Setan telah menyatakan dengan jelas ancamannya terhadap manusia dalam mengajak kepada kesesatan yang nyata jika tidak berpedoman pada Qur'an.

QS 31;21
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". mereka menjawab: "(Tidak), tapi Kami (hanya) mengikuti apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya". dan Apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?"

Untuk itu dalam rangka menjaga hubungan persaudaraan maka hendaknya mari kita tunaikan hak keluarga kita, hak saudara-saudara kita sepeti yang diungkapkan dalam Qur’an

QS 17;26-27
"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."

Demikianlah kita memberikan hak bagi kelurga kita, saudara kita, dan janganlah menjadi saudara setan, karma sunnguh setan merupakan seburuk-buruknya teman. Setiap saudara kita memiliki hak yang ada pada kita, hak itu adalah kasihsayang kita terhadap mereka, silahturahmi, datanglah menuju saudaramu walaupun tanpa membawa oleh-oleh, walau kehadiran kita tak disenangi, jalinlah tali silahturahmi ini, karena ada hak saudara kita didalamnya dan diperintahkan oleh Allah SWT.
Janganlah mengikuti setan yang sesat lagi menyesatkan yang membuat tali persaudaraan kita terputus. Pada dasarnya kita berada dalam fitrah yang benar, namun setan telah membelokannya, sadarlah saudaraku, jalin kembali tali silahturahmi, jangan jadikan setan yang terkutuk sebagai teman.

QS43;36-37
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan Sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk."

Cara untuk tidak berteman dengan setan adalah jangan berpaling dari Al qur’an sebagai tuntunan hidup dan perilakunya telah di contohkan oleh Rasulullah SAW. Perbanyaklah menghayati isi dari Al-Qur'an, bukan hanya sekadar membacanya, walau membacanya saja sudah mendapat pahala.

QS 25;30
berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".

Belajar...! belajar dalam arti menghayati dan menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Para sahabat Rasulullah, bukan sekedar membacanya, namun membacanya per ayat demi ayat dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari, inilah rahasia sukses hidup dunia akhirat.
Al-Qur'an menjadi hiasan atau bacaan yang bagus tak ada arti, jika tidak diterapkan dalam keseharian, terapkan lah ayat per ayat dan berpegang teguh dalam menjalaninya hingga maut menjemput.
Oleh karena itu marilah kita kembali menghayati isi dari Al-Qur’an bukan hanya sekedar membaca tanpa menghayati tapi juga mengikuti perintah dan larangan yang ada didalamnya.

QS 17;9
"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,"

QS 18;1
"segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al kitab (Al-Quran) dan Dia tidak Mengadakan kebengkokan* di dalamnya"

*Tidak ada dalam Al-Quran itu makna-makna yang berlawananan dan tak ada penyimpangan dari kebenaran.


QS 2;139
Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, Padahal Dia adalah Tuhan Kami dan Tuhan kamu; bagi Kami amalan Kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya Kami mengikhlaskan hati,

QS 15;39-40
"iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis* di antara mereka".

*Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.


QS 16;98
"apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk."

QS16;99
"Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaanNya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya."


Note:
"Hubungan Persaudaraan" Pengajian Hizbullah 19 Rajab 1428 / 2 Agust 2007 Al-Mukhlisin

Jumat, 03 Agustus 2007

Renungan

Apakah anda selalu shalat Fajar berjama'ah di masjid setiap hari .?

Apakah anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid .?

Apakah anda hari ini membaca Al-Qur'an .?

Apakah anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib .?

Apakah anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib .?

Apakah anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang anda baca .?

Apakah anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur .?

Apakah anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya .?

Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan anda ke dalam Surga .?

Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali .?

Apakah anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .?

Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik .?

Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau .?

Apakah anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala .?

Apakah anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari .?

Apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pen) .?

Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati Syahid .?

Apakah anda telah berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia menetapkan hati anda atas agama-Nya. ?

Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di waktu-waktu yang mustajab .?

Apakah anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama .?

Apakah anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah .?

Karena setiap mendo'akan mereka anda akan mendapat kebajikan pula.Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala (dan bersyukur kepada-Nya, pent) atas nikmat Islam .?

Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya .?

Apakah anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya .?

Apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala saja .?

Apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri .?

Apakah anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala .?

Apakah anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri anda .?

Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua .?

Apakah anda mengucapkan "Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun" jika mendapatkan musibah .?

Apakah anda hari ini mengucapkan do'a ini : " Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui". Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil.

Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki .?

Apakah anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya .?

Apakah anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian .?

Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan .?

Minggu, 29 Juli 2007

Sunnah Berpakaian

Salah satu permasalahan yang kerap kali dialami oleh kebanyakan manusia dalam kesehariannya adalah melepas dan memakai pakaian baik untuk tujuan pencucian pakaian, tidur, atau yang selainnya.

Sunnah-sunnah yang berkaitan dengan melepas dan memakai pakaian adalah sebagai berikut:

Mengucapkan Bismillah
Hal itu diucapkan baik ketika melepas maupun memakai pakaian. Imam An-Nawawy berkata :

"Mengucapkan bismillah adalah sangat dianjurkan dalam seluruh perbuatan"

Berdo'a Ketika Memakai Pakaian

Hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihin wa sallam.

"Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam apabila memakai pakaian atau baju lengan panjang atau jubah atau kopiah beliau selalu berdoa: "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan dari tujuan pakaian ini dibuat. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan dan keburukan tujuan pakaian ini dibuat" [HR. Abu Dawud , At-Tirmidzi. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban]

Hakim berkata, Sesuai dengan syarat Muslim dan disetujui oleh Dzahabi

Memulai Dengan Yang Sebelah Kanan Ketika Akan Memakai Pakaian

Berdasarkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

"Apabila kalian memakai pakaian maka mulailah dengan yang sebelah kanan" [HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majjah. Dan hadits ini shahih]

Melepaskan Pakaian Atau Sarung Dengan Mendahulukan Yang Sebelah Kiri Kemudian Sebelah Kanan.

Minggu, 15 Juli 2007

Berpakaian Dalam Islam

Dalam Islam ada adab dalam berpakaian, adab berpakaian ini termasuk bagian dalam syari’at. Diantara adab berpakaian tersebut ada yang merupakan kewajiban dan ada pula sunnahnya dalam berpakaian. Jadi jangan asal pakai n keren aja, banyak tuh yang pake bajunya kekecilan, kayak pake baju anak-anak (hehehe) atau terlalu miskin sampe kekurangan kain.

Berpakaian menurut syariat bagi Perempuan

Menutup aurat

Aurat bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, ada juga yang berpendapat muka saja yang bukan aurat, namun jumhur (kebanyakan) ulama berpendapat kecuali muka dan telapak tangan adalah aurat. Namun yang pasti ada batasan yang minimalnya udah ada.

“Hai anak Adam pakailah pakaian kalian yang indah disetiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raaf: 31)

“Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah haid, kecuali dengan penutup kepala” (HR. Abu Daud, Turmudzi,dan Ibnu Majah)

Menutup aurat bagi umat Islam adalah wajib hukumnya kecuali beberapa bagian yang boleh terlihat bagi mahramnya. Jangan di obral kemana-mana, karna batasan aurat itu berbeda antara laki-laki dan perempuan. Siapa saja yang termasuk mahram telah ditetapkan dalam Al-Qur’an Surat An Nisa’ 23

Hadist:
Sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada Asma’ binti Abi Bakar.
“Wahai Asma', sesungguhnya apabila seorang wanita telah haidh (sudah baligh), maka tidak boleh terlihat darinya kecuali ini dan ini.” Kemudian beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam berisyarat ke wajah dan kedua telapak tangan beliau.

Dari Ummu Salamah, dia pernah bertanya kepada Nabi, Apakah seorang wanita itu boleh sholat dengan mengunakan baju panjang dan penutup kepala tanpa mengenakan kain? Beliau menjawab, “Boleh, jika baju itu luasnya yang bisa menutupi kedua punggung telapak kakinya. “ (HR. Abu Daud)

Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda ‘Barangsiapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, maka pada hari kiamat nanti Allah tidak melihat kepadanya.’ Lalu Ummu Salamah bertanya, ‘Lalu apa yang harus dilakukan wanita dengan ujung pakaian mereka?’ Beliau menjawab, ‘Diulurkan sejengkal.’ Ummu Salamah berkata lagi, ‘Kalau begitu akan menyingkapkan kaki mereka.’ Beliau menjawab, ‘Diulurkan sehasta, tidak lebih dari itu.”’ (HR. An-Nasa’I dan At-Tirmidzi, ia menshahihkannya)

Bukan Berfungsi Sebagai Perhiasan.
Allah Ta’ala berfirman:

“Artinya : Dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.” [An-Nuur : 31]

Juga berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam
Ada tiga golongan, jangan engkau tanya tentang mereka (karena mereka termasuk orang-orang yang binasa):... dan seorang wanita yang ditinggal pergi suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia ber-tabarruj...”

Tabaruj itu berhias berlebih-lebihan, jadi make up nya besok-besok jangan tebal-tebal yaa.... Jadi, hati-hati kalau mau pasang hiasan di baju, kalau digantungin emas se kilo bisa sobek tuh...

Tidak Tipis (Transparant).
Seorang wanita dilarang memakai pakaian yang ketat atau tipis sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya,

Dari Abu Hurairah, ia menuturkan, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Dua golongan manusia yang termasuk penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: Kaum wanita yang berpakaian rapi tapi telanjang, condong dan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium aroma surga. Dan kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan itu.” (HR Muslim)

Longgar Dan Tidak Ketat.
Usamah bin Zaid berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memberiku baju Qubthiyah yang tebal (biasanya baju tersebut tipis-pen) yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan kepada isteriku. Nabi bertanya, ‘Mengapa engkau tidak mengenakan baju Qubthiyah?’ Aku menjawab, ‘Aku pakaikan baju itu pada isteriku.’ Lalu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam, karena aku khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tubuhnya.”

Tidak Memakai Parfum Yang Berbau Tajam.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarangnya meskipun untuk pergi ke masjid. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa pun wanita yang memakai wangi-wangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar tercium baunya, maka ia (seperti) pelacur.”

Sedangkan kalau isteri menggunakannya di hadapan suaminya, di dalam rumahnya, maka hal ini dibolehkan —bahkan— dianjurkan berhias biar cakep untuk suaminya.

Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki.
Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu berkata.

“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.”

Di negeri kita hal ini sudah merajalela, jadi yang bencong, banci atau apalah namanya segera rubah penampilan, kembali ke kodratnya masing-masing deh.

Tidak Menyerupai Pakaian Wanita-Wanita Kafir.
Sebab dalam syari’at Islam telah ditetapkan bahwa kaum muslimin—muslim dan muslimah—tidak boleh bertasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakaian dengan pakaian khas mereka. Jangan asal ikut-ikutan tren yang bisa menjerumuskan diri kedalam dosa.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, ia termasuk golongan mereka.”

Bukan Pakaian Syuhrah (Pakaian Untuk Mencari Popularitas)
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang mengenakan pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya di hari Kiamat lalu membakarnya dengan api Neraka.” [11]

Pakaian syuhrah adalah pakaian yang dipakai untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai murahan, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan keserhanaan dan bertujuan untuk riya’. Rasul juga menganjurkan untuk menunjukan kelebihan rizki yang kita terima dengan kewajaran, bukan bermewah-mewah lho...

• Diutamakan Berwarna Gelap (Hitam, Coklat, dll).
Mengenai dianjurkannya pakaian berwarna gelap bagi muslimah adalah berdasarkan contoh dari para Shahabiyah radhiyallaahu ‘anhunna. Mereka mengenakan pakaian berwarna gelap agar lebih bisa menghindarkan fitnah dari pakaian yang mereka kenakan. Sangat sempurna apabila jilbab yang dikenakan seorang wanita berkain tebal dan berwarna gelap, karna warna gelap lebih bisa menyembunyikan bentuk lekukan tubuh.

Di antara hadits yang menyebutkan bahwa pakaian wanita pada zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berwarna gelap adalah hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallaahu ‘anha, ia berkata.

“Tatkala ayat ini turun, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya,’ maka wanita-wanita Anshar keluar rumah dalam keadaan seolah-olah di kepala mereka terdapat burung gagak karena pakaian (jilbab hitam) yang mereka kenakan.”

Syaikh al-Albani rahimahullaah berkata, “Lafazh ‘ghirban’ adalah bentuk jamak dari ‘ghurab’ (burung gagak). Pakaian (jilbab) mereka diserupakan dengan burung gagak karena warnanya yang hitam.”

Riwayat ‘Abdurrazzaq, ‘Abdullah bin Humaid, Abu Dawud, Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih, dari hadits Ummu Salamah dengan lafazh.

"Lantaran pakaian (jilbab) hitam yang mereka kenakan.”

• Jangan Memakai Pakaian Yang Terdapat Gambar Makhluk Yang Bernyawa.

Kalo kita sebagai laki-laki seharusnya melindungi sesuatu yang berharga dari kita, misalnya aja perhiasan, barang barang berharga pasti disimpan dan dirawat baik-baik, kalo mobil aja dibuati garasinya, perhiasan aja di beliin lemari besinya, kalo nyimpa di lemari juga tempatnya tersembunyi banget, apalgi anak istri kita, sudah sewajarnya dirawat dan dijaga dengan sebaik-baiknya, pasti ngga rela kan orang yang kita cintai dinikmati orang lain.

Agar tidak melanggar batas-batas yang telah ditetapkan syari’at dan menyempurnakannya dengan pakaian terbaik menurut syari’at Islam. Hal ini supaya ia tidak terjebak pada istilah-istilah busana muslim yang modis dan trendi, yang justru pada hakikatnya merupakan busana yang terlaknat seperti hal-hal tersebut di atas.

Jumat, 22 Juni 2007

Langkah Dosa

Hati-hati

Suatu hal yang sudah mutlak sekarang menjadi seakan-akan kabur, inilah yang saya lihat dalam kehidupan sehari-hari. Melihat langkah penuh dosa!

Saya menyorot tentang perempuan, pemikiran ini muncul setelah melihat sikap masyarakat terhadap orang yang menjalankan syariat dengan benar malah mendapat tuduhan yang malah kebalikannya.
Perempuan muslim adalah wajib dalam menutup auratnya. Itu hal yang pasti dan mutlak. Lhaa… kok dijalan malah banyak yang ngga menutup auratnya daripada yang menutup. Dan orang yang tak menutup aurat inilah yang menjadi langkah dosa. Bayangkan saja setiap langkah itu akan menjadikan perempuan penghuni neraka yang semakin dalam.

Yang lebih herannya, perempuan yang berpakaian sesuai syariat malah dapat cibiran yang menyakitkan. Sebuah pengalaman, istri saya memakai kerudung yang lebar dan besar, gambarannya seperti mukena yang dipakai wanita untuk sholat dan berwarna hitam. Wuuiih… komentarnya gilee… malah dibilang teroris atau ikut aliran sesat, malah yang lebih hebatnya yang ngomong wanita muslim yang ngga berkerudung, welaah… padahal begitulah yang disebut dalam Qur’an dan Sunnah.

Aneh memang, dijalan yang lurus kok malah dapat cibiran. Itu juga saya alami sendiri, saya tengah membiasakan diri memakai baju gamis, karna Rasulullah sangat suka baju gamis, Wee… eee… eee…. Malah saya ikut dituduh teroris (hahaha… mana ada teroris cakep) juga saya memanjangkan jenggot yang tak seberapa indah ini, baru 2 cm aja udah ditanya ‘ikut pengajian apa? Alirannya apa?’ pengen jawab: welah… sunnah jang… ngikut sunnah nih…

Kalo dibahas tentang hal-hal kecil yang terkesan aneh ini malah bikin terlihat betapa dunia ini seakan akan ke neraka semuanya.

Kalo ada yang baca blog ini saya pengen ngasih nasehat;

“Hal-hal kecil bisa mengantar seseorang ke surga atau ke neraka”
“Perbaiki lah diri dengan memulai melakukan hal-hal kecil”
“Sesuatu hal yang kecil bisa kita anggap ngga ada artinya, tapi di mata Allah bisa menjadi hal yang besar”

Ntar saya fokuskan pembahasan tentang hal-hal kecil ini satu per satu. Mudah-mudahan saya bisa mengajak pembaca blog ini berubah dari hal-hal kecil

Amien…


Kamis, 21 Juni 2007

Ayat Kursi

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

QS Albaqarah 255

Cari tentang sunnah