Mencium Bau Surga

Selamat Datang, penuntut ilmu. Penuntut ilmu itu dinaungi oleh sayap malaikat, antara satu malaikat dengan lainya saling berpegangan, hingga mereka sampai ke langit dunia. Hal ini mereka lakukan karena cinta mereka kepada penuntut ilmu." (HR Ahmad)

Minggu, 05 Agustus 2007

Hubungan Persaudaraan

Saudaraku,
Dalam hubungan persaudaraan yang digambarkan dalam Qur'an surat Yusuf ayat 100 ini, bahwa setan telah menunggangi hubungan persaudaraan antara nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya. Namun dalam keadaan ini Nabi Yusuf sabar dalam menghadapinya, dan Allah memberitahukan keadaan sebenarnya kepada Nabi Yusuf tentang perbuatan saudara-saudaranya. Atas sebab apa saudara-saudaranya menjerumuskannya ke dalam sumur dan memberikan pengertian kepada orang tuanya tentang penyebab perbuatan saudara-saudaranya. Ini menunjukan keluhuran budi Nabi Yusuf yang tetap berbuat baik kepada saudara-saudaranya atas perbuatan mereka dan memahami bahwa setan lah yang membujuk mereka.

"Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud* kepada Yusuf. dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku Inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. dan Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaKu, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana."

*Sujud disini ialah sujud penghormatan bukan sujud ibadah.


Dalam hubunga persaudaraan yang digambarkan dalam surat Yusuf;100 ini, bahwa setan telah menunggangi hubungan persaudaraan antara nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya.
Hal ini memang telah diatur oleh Allah SWT, bahkan Allah memberikan setan bagi manusia yang yang tak mau berpedoman pada Al Quran, seperti yang di jelaskan pada Qur'an

QS 43; 36-37
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan Sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk."

Begitulah Allah menjadikan setan sebagai kawan bagi orang orang yang berpaling dari Allah, Hendaknya kita harus melaksanakan perintah Allah SWT akan tidak datang setan yang menyesatkan, ini pun sesuai dengan jawaban iblis yang berjanji akan menyesatkan bagi orang yang hendak berjalan dijalan yang lurus.

QS 7;16-17
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."

Begitulah iblis berjanji untuk selalu menghalangi manusia dari jalan yang lurus
Untuk bias lepas dari godaan setan tersebut makan Allah SWT telah Memberikan petunjuk agar selamat darinya yaitu menjadi hamba yang mukhlis/ikhlas,

QS 39;1-2
"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis* di antara mereka". Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya)**"

*Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.
**Maksudnya pemberian taufiq dari Allah s.w.t. untuk mentaati-Nya, sehingga seseorang terlepas dari tipu daya syaitan mengikuti jalan yang Lurus yang dijaga Allah s.w.t. Jadi sesat atau tidaknya seseorang adalah Allah yang menentukan.

Menjadi hamba yang mukhlis/ikhlas inilah yang menjadi benteng dari godaan setan yang terkutuk agar selamat dalam menjalani hidup didunia. Hendaklah tiap-tiap kita memegang teguh untuk menjadi hamba yang mukhlis/ikhlas. Untuk menjadi hamba yang mukhlis/ikhlas ini Allah memberikan petunjuk melalui Qur'an.

QS 39;1-2
"Kitab (Al Quran ini) diturunkan oleh Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."

Begitulah Qur’an diberikan Allah sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia, ikutilah Qur’an. Jadikanlah Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, ibarat mobil pasti ada "manual book" nya, nah disinilah gunanya Al-Qur'an untuk menjadi pedoman hidup yang jelas, dengan menjalankan semua perintah dan larangan yang terkandung didalamnya.
Al-Qur'an merupakan pedoman hidup paling lengkap didunia, tak ada yang dapat menyainginya, semua hal sudah termasuk didalamnya, dari hal yang besar sampai sekecil-kecilnya, hubungan manusia dengan penciptanya, sesama manusia, cara berdagang, berpolitik, sosial, warisan, kelurga, semua telah termasuk didalamnya.
Penjelasan Qur'an yang diterima langsung dari Allah SWT melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Muhammad SAW, dan untuk menjadi pedoman bagi seluruh umat manusia. Bagaimana menjalankannya pun telah di berikan contoh sempurna melalui Rasulullah SAW dengan sunnah-sunnah didalam hadist, untuk diterapkan sehari-hari.

QS 2;170
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".

Qur’an lah yang diikuti, bukan ajaran nenek moyang yang tak jelas dari mana asalnya, bukan adat istiadat, bukan kebiasaan para pendahulu. Setan telah menyatakan dengan jelas ancamannya terhadap manusia dalam mengajak kepada kesesatan yang nyata jika tidak berpedoman pada Qur'an.

QS 31;21
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". mereka menjawab: "(Tidak), tapi Kami (hanya) mengikuti apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya". dan Apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?"

Untuk itu dalam rangka menjaga hubungan persaudaraan maka hendaknya mari kita tunaikan hak keluarga kita, hak saudara-saudara kita sepeti yang diungkapkan dalam Qur’an

QS 17;26-27
"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."

Demikianlah kita memberikan hak bagi kelurga kita, saudara kita, dan janganlah menjadi saudara setan, karma sunnguh setan merupakan seburuk-buruknya teman. Setiap saudara kita memiliki hak yang ada pada kita, hak itu adalah kasihsayang kita terhadap mereka, silahturahmi, datanglah menuju saudaramu walaupun tanpa membawa oleh-oleh, walau kehadiran kita tak disenangi, jalinlah tali silahturahmi ini, karena ada hak saudara kita didalamnya dan diperintahkan oleh Allah SWT.
Janganlah mengikuti setan yang sesat lagi menyesatkan yang membuat tali persaudaraan kita terputus. Pada dasarnya kita berada dalam fitrah yang benar, namun setan telah membelokannya, sadarlah saudaraku, jalin kembali tali silahturahmi, jangan jadikan setan yang terkutuk sebagai teman.

QS43;36-37
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan Sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk."

Cara untuk tidak berteman dengan setan adalah jangan berpaling dari Al qur’an sebagai tuntunan hidup dan perilakunya telah di contohkan oleh Rasulullah SAW. Perbanyaklah menghayati isi dari Al-Qur'an, bukan hanya sekadar membacanya, walau membacanya saja sudah mendapat pahala.

QS 25;30
berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".

Belajar...! belajar dalam arti menghayati dan menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Para sahabat Rasulullah, bukan sekedar membacanya, namun membacanya per ayat demi ayat dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari, inilah rahasia sukses hidup dunia akhirat.
Al-Qur'an menjadi hiasan atau bacaan yang bagus tak ada arti, jika tidak diterapkan dalam keseharian, terapkan lah ayat per ayat dan berpegang teguh dalam menjalaninya hingga maut menjemput.
Oleh karena itu marilah kita kembali menghayati isi dari Al-Qur’an bukan hanya sekedar membaca tanpa menghayati tapi juga mengikuti perintah dan larangan yang ada didalamnya.

QS 17;9
"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,"

QS 18;1
"segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al kitab (Al-Quran) dan Dia tidak Mengadakan kebengkokan* di dalamnya"

*Tidak ada dalam Al-Quran itu makna-makna yang berlawananan dan tak ada penyimpangan dari kebenaran.


QS 2;139
Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, Padahal Dia adalah Tuhan Kami dan Tuhan kamu; bagi Kami amalan Kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya Kami mengikhlaskan hati,

QS 15;39-40
"iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis* di antara mereka".

*Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.


QS 16;98
"apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk."

QS16;99
"Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaanNya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya."


Note:
"Hubungan Persaudaraan" Pengajian Hizbullah 19 Rajab 1428 / 2 Agust 2007 Al-Mukhlisin

Tidak ada komentar:

Cari tentang sunnah